Sejarah Perusahaan

Organik Inti Indonesia didirikan di Bogor pada tahun 2018 oleh Wema Augustia Ermalasari alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia & Insinyur Universitas Indonesia, dibangun dan dikembangkan dengan dedikasi tinggi melalui serangkaian pertimbangan yang matang serta didukung dengan sarana dan pengalaman yang panjang. Sebelum mendirikan Organik Inti Indonesia, pendiri terlebih dahulu telah berpengalaman bekerja dan melakukan riset mengenai industri karet di CV Daya Guna yang memiliki aktivitas sebagai pemasok bahan kimia industri karet dan liner tread (telapak ban vulkanisir) sejak tahun 1999.

Dari pengalaman tersebut, diskusi dan komunikasi aktif selalu dilakukan membahas masalah hasil produksi dan “formula karet“ yang dipakai atau digunakan. Saat ini, CV. Daya Guna berperan sebagai Partner kami dalam hal pemasaran produk kami dengan bersimbiosis saling menguntungkan dalam perdagangan dalam negeri, saling mendukung dan saling membutuhkan.

Kami mendapatkan banyak masukan dari pelanggan CV Daya Guna mengenai masalah kualitas produk dan bahan yang akan dipakai untuk produksi. Selama ini, seluruh bahan baku tambahan yang digunakan pada indutri karet menggunakan bahan baku import. Padahal, bahan import tersebut memiliki banyak persoalan. Diantaranya :

1.Berbahan baku kimia sintetis sehingga berdampak negatif pada kesehatan dan lingkungan

2.Menyebabkan ketidakstabilan dalam hal harga mengingat efek dari nilai tukar rupiah terhadap dolar yang fluktuatif.

3.Ongkos kirim yang mahal menyebabkan harga menjadi tidak efisien.

4.Terdapat jeda antara pemesanan dengan barang tiba sehingga menyebabkan waktu produksi yang tidak efisien

5.Terdapat biaya penyimpanan untuk menghindari stok bahan baku yang habis selama perjalanan saat pemesanan berikutnya

6.Penurunan kualitas karena penyimpanan yang terlalu lama, disebabkan terdapat kuantitas minimal pemesanan (1 tahun)

7.Tidak memaksimalkan potensi bahan baku dari alam yang ada di Indonesia

Selama berkonsultasi dengan jaringan CV Daya Guna, dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa diantara bahan-bahan kimia import yang selama ini dipakai di pabrik pabrik karet ternyata bisa dibuat atau diproduksi di dalam negeri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di alam bumi Indonesia. Oleh karenanya dengan semangat yang menyala kami memulai research dengan melakukan uji coba di balai-balai penelitian milik pemerintah selama hampir 2 – 3tahun. Adapun balai penelian yang kami jadikan sebagai rujukan penelitian kualitas produk kami adalah (Puslit Karet, Lab Kimia LIPI, BALITTRO, BPTK, BBIA (Balai Industri Agro), Penelitian Kehutanan, STP BPPT Polimer.